Inisiator: Setyo Hajar Dewantoro

Gusti Yang Maha Agung menggerakkan saya untuk bertugas di perpolitikan dalam rangka menata negara secara lebih efektif. Para pembelajar spiritual yang saya bimbing tentu punya tugas masing-masing tak harus berpolitik bersama saya. Ibu Pertiwi memanggil Anda yang selaras untuk berperan serta merintis partai politik baru yang berorientasi mengembalikan keagungan Nusantara!

0813-9820-9989

CERITA SESEORANG YANG DICOVIDKAN




Saya baru saja bertemu satu-satunya murid saya yang dinyatakan positif Covid 19 melalui Swab Test. Tapi jangan bayangkan murid saya yang orang Jawa Timur ini tergolek tak berdaya. Dia terlihat sehat dan bisa beraktivitas sebagaimana layaknya orang sehat. Untuk bertemu saya dia harus naik sepeda motor sendiri 1 jam. Dan saat ketemu saya ya cengangas cengenges.

Prahara yang dia alami bermula saat rapid test reaktif pada IGG. Muncul antibodi yang bereaksi pada virus lama, yang dulu juga pernah ada di tubuhnya. Catat: virus lama. Kalo antibodi bereaksi pada virus baru, rapid test akan menunjukkan reaktif di IGM.

Vonis ini membuat kepanikan pada satu keluarga besar, 3 rumah isinya panas dingin karena memikirkan dampak langsung dan tak langsung: pemukiman bisa dikarantina, cibiran tetangga dan sebagainya. Akhirnya mereka memilih diam diam dan karantina mandiri.

Setelah melakukan proses karantina, murid saya berpikir untuk Swab test. Nyatanya ya dia merasa sehat-sehat saja. Ternyata saat Swab test ia dapat hasil postif terpapar Virus SARS Cov 2. Senewen lah dia karena merasa sehat tapi divonis kena Covid 19.

Saat saya bertemu dia, saya deteksi secara utuh. Lalu saya bilang bahwa dia perlu jadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk membenahi diri secara total. Saya bilang, mekanisme penanganan issue ini yang buruk adalah satu hal. Tetapi soal kenapa dia terjebak dalam kasus ini adalah hal lain: pasti ada akar masalah pada dirinya. Saya cek memang dia membawa jejak karma buruk dari masa lalu yang belum dijernihkan. Juga ada luka batin, ada marah yang dipendam. Dan ada jejak parasit energi baik yang baru datang maupun terkait dengan perjalanan jiwa di masa lalu.

Maka saya minta dia hening meniatkan menjernihkan jiwa raga, melepaskan apa yang tidak selaras. Dalam proses ini, sedikit ada hal dramatis: parasit energi yang melekat dengan jiwanya agan alot lepasnya. Saya minta dia pasrah total, barulah selesai. Jiwa raga kembali jernih, lalu lever yang terganggu karena amarah terpendam juga dipulihkan. Saya minta dia untuk intensif hening selama seminggu ini dan test Swab lagi minggu depan.

Dari sini saya mengerti, paduan antara luka batin, karma buruk, ketidakselarasan energi, mengundang datangnya masalah: ada kuasa gelap yang datang, menyebabkan perubahan di tubuh, dan ini secara fisik memanifestasi sebagai "unidentified virus". Nah, virus yang sebenarnya tak teridentifikasi ini oleh alat test secara serampangan diidentifikasi sebagai Virus SARS Cov 2.

Inilah pangkal masalah mengapa angka Covid kita tinggi tapi sekaligus aneh karena mayoritas adalah OTG. Banyak faktor yang membuat ketidakselarasan di tubuh, memunculkan mikro organisme tertentu, secara biologis diidentifikasi sebagai virus.. Dan pada saat yang sama, ada pihak yang menyediakan alat test yang tidak valid karena akan mengidentifikasi virus apapun sebagai SARS Cov 2 yang dianggap sebagai penyebab Covid 19.

Padahal, orang yang mengalami ini belum tentu sakit hanya perlu menjernihkan jiwa raganya, membuat selaras sistem di dalam tubuh. Maka gak heran mayoritas pasien "Covid 19" ini sembuh. Mereka bisa sembuh setelah lepas dari kaget, mulai happy, kadang cuma dikasih vitamin. Tapi ada pihak yang mengerti titik lemah manusia, menciptakan sistem sedemikian rupa sehingga kasus ini bisa didramatisir, untuk membuat drama Covid 19 atau issue pandemi palsu secara global. Mereka ini penjahat kemanusiaan yang sesungguhnya, karena akibat drama ini banyak rakyat jadi susah cari makan, keguyuban sosial terkoyak, anggaran negara jebol, dan resesi ekonomi adalah dampak yang logis.

Di negara-negara yang penduduknya bahagia pasti kasus Covid pasti minimalis bahkan zero. Dan pada negara yang pemerintahnya tidak tersandera oleh kelompok elit yang ada di balik WHO, pasti juga kasus ini mudah ditangani, gak perlu pake lockdown atau PSBB berjilid-jilid.

Lalu siapa yang bisa menyelesaikan issue ini? Siapa yang bisa membantu rakyat banyak keluar dari penderitaan mereka akibat dampak issue pandemi yang sesungguhnya palsu ini? Ya sosok yang ada di foto di bawah ini. Hanya Presiden RI yang punya otoritas mencabut Status Darurat Kesehatan dan membubarkan Gugus Tugas Covid 19.

Related Posts

Belum ada Komentar untuk "CERITA SESEORANG YANG DICOVIDKAN"

Posting Komentar

0878-8740-9090

Partai Gemah Ripah

Wadah aksi guna merealisasikan dan membumikan kesadaran spiritual. Jalan bagi jiwa-jiwa agung Nusantara untuk menyempurnakan kehidupan pribadi dan bangsanya. Partai ini didirikan untuk memastikan NKRI yang benar-benar menerapkan api Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Partai ini menjadi bagian dari keseluruhan elemen bangsa yang berjuang dengan konsisten untuk cita-cita yang luhur: NKRI yang gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja.

VISI

NKRI menjadi Garuda Asia: negara yang hidup dalam keagungan dan keperwiraan, dengan budaya luhur berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa dan spirit kemanusiaan yang universal, berdikari dan tangguh secara ekonomi karena keberhasilan mendayagunakan secara selaras semua sumber daya alam dan manusia, juga berdaulat secara politik dimana segala kebijakan negara dibuat untuk kesejahteraan rakyat atas dasar hikmat kebijaksanaan.

MISI

  1. Mendidik kader patriot bangsa yang di dalam sanubarinya menyala api Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika
  2. Menyiapkan para pemimpin dan negarawan yang punya jiwa satria pinandhita
  3. Mendorong penyelarasan kebijakan negara agar konsisten dengan prinsip Pancasila dan UUD 1945 sebagaimana pertama kali dirumuskan
  4. Memperjuangkan agenda pembangunan nasional yang memaduselaraskan tujuan peningkatan kesejahteraan dan pelestarian lingkungan hidup
  5. Membangun kebudayaan nasional yang luhur dengan merestorasi dan merevitalisasi warisan bangsa Nusantara yang agung