menu melayang

Kamis, 02 Juli 2020

ISSUE COVID 19 DAN SKENARIO INDONESIA KE DEPAN


Mengapa saya sangat vokal soal issue COVID 19? Mengapa sebagai Guru Meditasi atau Guru Spiritual saya tidak berfokus saja menikmati kesunyian? Sederhana saja, demikianlah saya digerakkan oleh Sang Sumber Hidup. Dan saya diberi pengertian bahwa ini adalah momen yang sangat krusial.

Bagaimana ending dari issue ini sangat menentukan nasib Indonesia dan dunia. Maka saya dan tim saya memang tak punya pilihan lain kecuali berjibaku mengerahkan semua kemampuan terbaik. Ini adalah pertempuran yang harus dimenangkan.

Saya tidak melawan virus Corona. Itu hal sepele. Yang saya lawan dalam pertempuran ini adalah:
1. Sekelompok kecil orang yang mengidentifikasi diri sebagai NWO (New World Order). Mereka ini punya uang banyak, berkuasa, dan ingin melanjutkan hegemoni atas mayoritas manusia, dan melanggengkan sistem yang timpang. Mereka ini juga secara de facto, adalah anti tesis dari gerakan spiritual yang murni. Upaya membangkitkan kesadaran spiritual secara global adalah ancaman bagi mereka. Mereka yang ada di balik WHO dan mengendalikan WHO untuk kepentingan mereka termasuk jualan vaksin. 

2. Keberadaan tak terlihat mata lahiriah yang ada di balik kelompok NWO ini. Mereka antara lain adalah yang saya sebut sebagai dark alien, termasuk induk dari ras draconian yang sudah bercokol di Bumi sejak jaman purba. Pusat kekuatan mereka yang terbesar dan baru saja dilebur ada di Samudera Pasifik. Selain itu ada kategori dark forces lain yang saya sebut sebagai demon, iblis, siluman. Mereka semua pada saat ini berkolaborasi untuk menebar energi destruktif, menebar ketakutan, berkolaborasi dengan manusia yang penuh angkara. 

3. Oknum pejabat yang serakah dan menjadi antek NWO. Dalam kasus Covid 19, merekalah yang ada di balik kebijakan yang menyengsarakan rakyat. Bagi saya mereka ini adalah penjahat kemanusiaan yang layak dilebur. 

4. Oknum oposisi yang oportunis. Mereka sebenarnya ikut bermain mengambil keuntungan dari peluang bisnis dadakan akibat issue pandemi ini, tapi pada saat yang sama mencari celah untuk mengambil alih kekuasaan di tengah situasi yang sulit. Mereka ini ya sama jahatnya dengan kelompok nomor 3.
Apakah bisa, saya yang selalu mengajarkan tentang kasih murni dan kebenaran lalu berdiam diri menyaksikan banyak rakyat menderita akibat kejahatan kemanusiaan yang sangat gamblang terlihat? JELAS TIDAK! Saya secara spontan tergerak untuk melebur kejahatan itu dan mengakhiri penderitaan rakyat. 

Maka, selama berbulan bulan pertarungan keras terjadi. Situasinya sangat dinamis. Ada kalanya saya judeg melihat perkembangan tak seperti yang kita harapkan. Tapi dalam hening saya sadar, tak ada yang sia-sia dari perjuangan ini.. Keadaan sebenarnya semakin membaik, kelompok jahat ini makin melemah. 

Sisi positifnya, issue Covid 19 ini mengakselerasi proses penataan di Indonesia dan dunia. Perubahan yang susah dilogikakan telah terjadi, membawa negara dan bumi ini ke fase baru yang makin baik.
Saya berterima kasih dan bangga pada semua pihak yang sadar akan skenario jahat di balik issue Covid ini, lalu dengan berani menyuarakan perlawanan. 

Di fase ini, kita kemudian perlu mendesak hal ini: Pemerintah mencabut status darurat kesehatan, membatalkan PSBB dan membubarkan Gugus Tugas Covid 19. Kita kembali NORMAL PENUH.

Blog Post

Related Post

Back to Top

Cari Artikel